JUMLAH KAPAL/PERAHU DAN ALAT PENANGKAPAN IKAN KABUPATEN KAUR TAHUN 2020-2024

Data mengenai jumlah armada kapal dan alat penangkapan ikan pada periode 2020–2024 menunjukkan adanya tren rasionalisasi atau penyusutan jumlah unit dibandingkan awal periode, namun tetap mempertahankan komposisi yang stabil dalam tiga tahun terakhir. Berikut adalah deskripsi naratifnya:

Jumlah armada kapal penangkap ikan mengalami penurunan cukup signifikan dari 2.204 unit pada tahun 2020 menjadi stabil di kisaran 1.627 unit pada tahun 2021 hingga 2024. Penurunan ini paling terlihat pada kategori Motor Tempel <5 GT yang berkurang hampir dua pertiga dari jumlah awalnya, serta hilangnya kapal-kapal besar berukuran di atas 20 GT setelah tahun 2020. Saat ini, kekuatan armada didominasi oleh Perahu Tanpa Motor (722 unit) dan Motor Tempel 5-10 GT (634 unit), yang mengindikasikan bahwa aktivitas perikanan di wilayah tersebut masih sangat bergantung pada armada skala kecil dan tradisional yang beroperasi di wilayah pesisir.

Sejalan dengan tren armada, jumlah alat penangkapan ikan juga mengalami penyusutan dari 3.787 unit pada tahun 2020 menjadi konsisten di angka 3.092 unit pada tahun 2024. Meskipun secara kuantitas menurun, terjadi pergeseran ke arah penggunaan alat tangkap yang lebih spesifik dan selektif. Jala Tebar (592 unit), Jaring Insang Tetap (567 unit), dan Ladung (426 unit) menjadi alat yang paling banyak digunakan oleh nelayan setempat. Menariknya, terdapat modernisasi atau spesifikasi alat tangkap dalam dua tahun terakhir, seperti munculnya Pancing Cumi dan Jaring Insang Hanyut yang terdata secara terpisah, serta konsistensi penggunaan Rawai Dasar dan Rawai Tuna yang menunjukkan fokus nelayan pada komoditas bernilai ekonomi tinggi meski dengan jumlah armada yang lebih terbatas.

Data and Resources

Additional Info

Field Value
Source datasets.kaurkab.go.id/dataset/jumlah-kapal-perahu-dan-alat-penangkapan-ikan-kabupaten-kaur-tahun-2020-2024
Last Updated February 11, 2026, 08:17 (UTC)
Created February 11, 2026, 08:16 (UTC)